Dik Yenni, Mimpi Menjadi Pengusaha Susu Kedelai


Susu kedelai…susu kedelai…susu kedelai sapa dik Yeni kepada para calon penumpang kereta api yang naik di stasiun Kranji. Atau kadang-kadang dik Yeni menyapa dengan susu kedelainya pak/ibu. Begitulah cara dik Yenni setiap pagi menjajakan susu kedelainya.

Dik Yenni begitu sapaan sehari-hari para calon penumpang Kerata Rangkaian Listrik (KRL) yang naik dari stasiun Kranji, Bekasi. Perempuan penjual susu kedelai ini sudah tiga tahun berjualan di depan stasiun kranji. Dia dipanggil dik karena memang usianya masih belia, sekitar 15 tahun.

Menurut dik Yenni, dirinya berjualan susu kedelai demi membantu orang tuanya serta untuk membantu perekonomian keluarga. Usaha berjualan susu kedelai digeluti Yenni ketika papanya meninggal dunia. ”Saya mulai berjualan susu kedelai di depan stasiun kranji semenjak tahun 2005, ketika saya baru lulus SD dan waktu itu papa saya belum lama meninggal,” kenang Yenni.

Yenni mengatakan, dirinya memutuskan berjualan susu kedelai selain demi membantu perekonomian keluarga juga karena keinginam dirinya untuk belajar banyak mengenai bisnis khususunya perdagangan. ”Papa dan mama saya adalah keturunan Cina yang punya darah sebagai pedagang, jadi saya ingin melanjutkan tradisi dagang dikeluarga saya, dan berjualan susu kedelai adalah pelajaran dagang saya yang pertama,” kata Yenni.

Berdagang, menurut Yenni adalah pekerjaan yang terhormat dan mulia sebab pekerjaan berdagang tidak terikat oleh aturan seperti diperusahaan atau perkantoran. Menjadi pedagang yang menjadi bosnya adalah dirinya sendiri. ”Enaknya jadi pedagang meskipun hanya menjual susu kedelai adalah tidak ada yang menyuruh atau memerintahkannya layaknya seperti atasaan memerintah bawahan. Menjadi pedagang selain konsumen yang menjadi raja dirinya juga bisa jadi raja,” kaya Yenni.

”Saya percaya dan yakin semua orang-orang yang kaya (sukses red) dahulunya adalah pedagang-pedagang kecil seperti saya ini. Kunci kesuksesan mereka adalah ketekunan dan kesabaran begitu yang saya baca dikoran. Dan saya punya cita-cita ingin menjadi pengusaha susu kedelai,” kata Yenni.

Menurut Yenni, setiap hari dia menjual 39 bungkus plastik susu kedelai yang dijual perbungkus Rp 1500. Dari hasil menjual susu kedelai itu Yenni mengaku mendapat keuntungan cuma Rp 7800 saja. ”Saya cuma mengambil keuntungan 200 perak dari setiap bungkus susu kedelai,” ungkap Yenni.

Untuk menghasilkan 39 bungkus susu kedelai, Yeni hanya butuh 1 kaleng kedelai biji kemudian biji kedelai tesebut dihaluskan dengan menggunakan blender. Untuk menambah cita rasa, Yenni hanya menambahkan secukup air matang dan gula pasir. ”Saya hanya menggunakan kedelai, air dan gula pasir untuk membuat susu kedelai tidak menambahkan bahan-bahan lainnya,” kata Yenni.

Susu kedelai yang dijualnya, menurut Yenni merupakan olahannya sendiri yang diajarkan oleh orang tuanya yang memang pandai membuat berbagai olahan dari kedelai termasuk membuat susu kedelai. Maklumlah kedua orang tuanya masih keturunan Cina. ”Yang membuat susu kedelai adalah saya sendiri dan kemudian saya jula sendiri,” kata Yenni

Menurut Yenni, setiap hari dia berjualan susu kedelai mulai jam 06.00 hingga jam 09.00 pagi. Pagi-pagi sekali dia berangkat dari rumahnya di daerah perumahan Harapan Baru menuju stasiun kranji dengan menggunakan sepeda pancal. ”Setiap hari saya berangkat pagi-pagi sekali ke stasiun untuk berjualan dengan menggunakan sepeda demi menghemat pengeluaran,” ungkap Yenni.

Menurut Yenni, dirinya tidak malu untuk berjualan susu kedelai meskipun saat ini perempuan seusianya dirinya sedang masa-masa pubertas atau istilah gaulnya masa ABG yang masih senang untuk bermain. ”Kalau saya hanya memikirkan bermain saja saya tidak akan pernah maju dan sukses apalagi kehidupan keluarga saya sedang prihatin,” kata Yenni.

Menurut Yenni, pada saat harga kedelai mahal usahanya terancam tutup karena modal yang dimilikinya sangat kecil. Untunglah kelangkaan kedelai segera berakhir sehingga usaha kami jalan lagi. ”Sewaktu harga kedelai mahal dan kedelai langka dipasaran saya terpaksa menaikan harga susu kedelai yang awalnya cuma Rp 1000 saya naikkan jadi Rp 2500. Namun dengan harga tersebut susu kedelainya jadi sepi pembeli,” kata Yenni.

Padahal, lanjut Yenni penghasilan dari berjualan susu kedelai merupakan penyambung hidup keluarganya. ”Dari hasil jualan susu kedelai ini mama dan kedua saudara saya bisa menyambung hidup,” ungkap Yenni.

Setara Susu Sapi

Menurut Yenni, susu kedelai merupakan minuman kesehatan alternatif dikala harga susu sapi semakin melambung. Kandungan protein susu kedelai juga tidak kalah dengan susu sapi. ”Kala saya baca di koran, protein susu kedelai setara dengan susu sapi,” jelas Yenni.

Menurutnya, susu kedelai sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang alergi terhadap susu sapi maupun mereka yang menderita yaitu mereka yang kurang atau tidak mempunyai enzim laktase dalam saluran pencernaannya sehingga tidak mampu mencerna laktosa dalam susu sapi.

Ketika ditantanya mengenai pelanggan, menurut Yenni sudah mempunyai beberapa orang pembeli tetap yang tiap hari pasti beli susu kedelai darinya. ”yang pasti para pembelinya adalah para calon penumpang KRL yang tidak sempat minum susu atau sarapan pagi,” kata Yenni.

Selain itu, lanjut Yenni, ibu-ibu hamil juga banyak yang beli susu kacang kedelai darinya. Setiap hari menurunya pasti ada saja ibu hamil ataupun suaminya yang mencari susu kedelai.

Menurut Yenni, peluang usaha susu kacang kedelai cukup bagus karena sampai saat ini yang berjualan susu kedelai hanya dirinya, padahal konsumen susu kedelai lumayan besar. ”setiap hari saya membawa 39 kantung plastik susu kededali dan habis hanya dalam waktu tiga jam,” kata Yenni.

”Kalau dalam waktu tiga jam saja bisa habis 39 bungkus susu kedelai, berarti kalau 6 jam bisa habis 78 bungkus dan seterusnya itu artinya peluangnya cukup besar, sedangkan saya hanya mampu menjual susu kedelai hanya 39 bungkus tiap hari,” kata Yenni.

Menurut Yenni, dirinya hanya mampu jual 39 bungkus karena memang tidak mempunyai modal yang lebih. ”Kalau saja saya punya modal lebih, mungkin saya bisa menjual lebih dari 39 bungkus susu kacang kedelai, dan saya berharap ada bantuan modal dari manapun terutama bantuan dari pemerintah,” kata Yenni.

0 Response to "Dik Yenni, Mimpi Menjadi Pengusaha Susu Kedelai"

Posting Komentar

Silahkan beri komentar